TRADISI PINANGAN ADAT PERNIKAAN SUKU BAURAH ALOR KECIL DI KABUPATEN ALOR

Authors

  • Lisa Victoria Malimou Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tribuana Kalabahi
  • Jesenia Loryance Alelang, Lambertus Lupuikoni, Lea Adangjaha, Isak Fantang , Jero Sion Exssal Blegur, Lala Enggadina Mooilegi, Juliana A. Mayopu, Halena Muna Bekata, Petrus Mau Tellu Dony Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tribuana Kalabahi

Keywords:

Pinangan Tradition, Customary Marriage, Baurah Alor Kecil Tribe

Abstract

This study aims to examine the tradition of the Pinangan Tradition of the Baurah Alor Kecil Tribe in Alor Regency, the research data analysis uses qualitative descriptive analysis, the data used in the research is qualitative data. Data collection techniques through field observations and interviews, interviews with Mr Sulaiman Oramahi. The proposal tradition, known as Akat Nika, is part of the marriage customs practised by the Baurah Tribe. This tradition has a deep meaning in honouring the bride's parents and strengthening the relationship between the families of the two brides. Through this research, it is hoped that the values contained in the proposal tradition and the way the community maintains this tradition in traditional marriages can be known. The results show that the proposal tradition is still upheld and passed down from generation to generation as part of the cultural identity of the Alor Kecil community.

References

Bogdan, Robert dan Tylor, Steven J. 1993 Kualitatif : Dasar-Dasar Penelitian. Surabaya : Usaha Nasional.

Bungin, Burhan. 2004 “Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Darwis, R. 2017. “Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)”. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya. Vol 2 No 1.hal 75-83.

Foster, George M & Barbara G Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan.(terj). Jakarta: UI Press

Hapsari,Nindwi. 2016.”Ungkapan Kemponan dan Makna Simbolis Tentang Makanan Pada Masyarakat Kalimantan Barat”. Jurnal Kadera Bahasa Volume 8. No 2. Hal 226

Kistanto, N. H. 2015. Tentang Konsep Kebudayaan. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, Vol.10, No.2. hal 1-11.

Mutia, R. Dkk. 2010. Baarak dalam Upacara Perkawinan Di Minangkabau.Padang. UPTD Museum Nagari.

Nurdin, B. V,& Kartini, Y. 2017. “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi” : Perspektif Sosial Budaya dalam Pembangunan Ketahanan Pangan”.Sosiologi : Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, Vol 19 No 1.

Petrus Mau Tellu Dony (2023), Sejarh pemerintahan Mataru Selatan Kecamatan Mataru Kebupaten Alor AFADA: jurnal pengabdian pada masyrakat. https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/afada/article/view/11502986-0997.

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025) Sejarah Pemerintahan Desa Padang Panjang Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025) Sejarah Suku Katefangwa Beserta Maknanya Di Desa Tasi Kecematan Lembur Kabuaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025) Sejarah Suku Katefangwa Beserta Maknanya Di Desa Tasi Kecematan Lembur Kabuaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk, (2025) Sejarah Pembuatan Mesbah Atau (Dor) Di Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk, (2025) Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor

Walidah, Z. (2019). Makna Simbolis Tradisi “Peminangan” di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dalam Perspektif Hermeneutika Paul Ricoeur.

Yusuf. Wiwiek Pertiwi dan Enik Suryanti (ed). 1997. Tradisi dan Kebiasaan Masyarakat Tradisional di Jawa Tengah. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Downloads

Published

2025-02-07