PELESTARIAN BUDAYA MELALUI SANGGAR BUDAYA KAMENGMI DI DESA KAMOT KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT

Authors

  • Senti Atakari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi
  • Salomi Duka, Saron Lalangpuling, Safri Malaka, Saptarika Mikidori, Riflyisrianly Beri Ledang, Halena M. Bekata, Petrus Mau Tellu Dony, Yermia Semuel Wabang, Triznawasti Y. Daik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tribuana Kalabahi

Keywords:

Cultural Preservation, Kamengmi Cultural Centre, Kamot Village

Abstract

This research aims to present Cultural Preservation through Kamengmi Cultural Studio in Kamot Village, Alor Timur Laut District. The research method used descriptive qualitative analysis. data collection techniques were carried out in two ways, observation and interviews. this research was conducted in kamot village hamlet 1 RW 02 RT 04 Alor Timur Laut sub-district, Alor district. information in this study is the founder of the Kamengmi studio, namely Mr Maklon Kamenglang. The results of this study show that: (1) The Origins of Kamengmi Cultural Studio in Kamot Village; (2) The Establishment of Kamengmi Cultural Studio as an Effort to Preserve Local Culture; (3) Programmes and Activities in Kamengmi Cultural Studio; (4) The Role of Kamengmi Cultural Studio in Strengthening Local Cultural Identity; (5) Social and Economic Impact on Kamot Village Community; (6) Challenges Faced by Kamengmi Cultural Studio. The results of this study can be concluded that Kamengmi Culture in Kamot Village has a very large role in the preservation of local culture. Through teaching dances, songs, and cultural values, this studio not only preserves cultural heritage but also strengthens the identity of the local community.

References

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Basic Books.

Kamenglang, M. (2025). Wawancara tentang pendirian dan kegiatan Sanggar Budaya Letlusing.

Petrus Mau Tellu Dony(2023), Sejarah pemerintahan Mataru Selatan Kecamatan Mataru Kabupaten Alor AFADA: Jurnal Pengabdian pada masyarakat. https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/afada/article/view/11502986-0997.

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025), Sejarah Pemerintahan Desa Padang Panjang Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk.(2025), Sejarah Suku Katefangwa Beserta Maknanya Di Desa Tasi Kecamatan Lembur Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025), Sejarah Pembuatan Mesbah Atau (Dor) Di Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025), Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor

Petrus Mau Tellu Dony Dkk. (2025), Warisan Budaya Lokal Pakaian Adat Kulit Kayu Dan Tarian Lego-lego Suku Kabola Kabupaten Alor

Sibarani, H. (2015). Revitalisasi Seni Budaya Tradisional dalam Upaya Pelestarian Warisan Budaya Bangsa. Jurnal Ilmiah Seni dan Budaya, 10(2), 78-90.

Suryadi, D. (2016). Pendidikan Budaya Lokal Sebagai Wujud Pelestarian Identitas Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(1), 33-45.

Suwito, A. (2009). Meningkatkan Pelestarian Budaya Daerah Melalui Kesenian Tradisional. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tende, M. (2022, Desember 1). "Mengenal Aksesori Pakaian Adat Alor: Ikat Pinggang dan Fungsinya." www.senibudaya.id. Diakses dari: https://www.senibudaya.id/aksesori-pakaian-adat-alor.

Wahyudi, H. (2020).Mahkota dan Perhiasan dalam Kebudayaan Alor: Sebuah Tinjauan Etnografis. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 15(2), 45-60.

Wulandari, E. (2018). Pentingnya Pendidikan Budaya Tradisional dalam Menjaga Identitas Nasional. Jurnal Pendidikan, 5(3), 101-110.

Downloads

Published

2025-02-05